Selasa, 15 Mei 2012

Ideas. The Best Thing to Change Chrysalis into Butterfly.


Sejak awal terciptanya manusia, berbagai macam kemajuan telah terjadi. Ide dan kreasi telah membawa masyarakat dari berbagai negara tumbuh dengan budaya nya sendiri. Tidak terkecuali hal nya dengan Negeri Belanda.

 


Why The Stork Loves Holland adalah sebuah dongeng asal Negeri Kincir Angin yang telah diwariskan secara turun-temurun. Dalam dongeng itu, dikisahkan tentang kawanan burung Bangau yang bermigrasi ke Belanda. Konon, rombongan burung Bangau ini diminta oleh peri-peri asal Belanda yang terganggu oleh banyaknya katak di negeri nya. Kemudian, meski sebelumnya peri-peri tidak pernah melihat seperti apa itu rupa burung Bangau, namun mereka mendengarbahwa burung Bangau memiliki rupa yang elok dan sikap yang bijaksana.  

Sementara di daratan Afrika, tempat asal burung bangau, mulai terjadi kelangkaan bahan makanan. Kawasan Afrika yang kering tidak dapat lagi memberikan persediaan makanan yang cukup, sementara jumlah populasi burung Bangau terus meningkat. Maka akhirnya, setelah berembuk bersama, kawanan bangau memutuskan untuk terbang ribuan mil ke daratan yang dingin, yang kabarnya, memiliki banyak katak, cacing dan ikan untuk dimakan. Seperti hal nya burung-burung Bangau, para peri Negeri Belanda pun turut senang dan merayakan kedatangan kawanan putih ini.

 



Hingga saat ini, dongeng Why The Stork Loves Holland telah menjadi cerita turun-temurun. Bahkan, burung Bangau kini telah dijadikan lambang resmi kota Den Haag, Belanda. Bila tak ada burung Bangau, bukan di Den Haag namanya.

Selain dianggap sebagai lambang kesetiaan, burung Bangau juga menjadi lambang kelahiran bayi. Karenanya, zaman dahulu burung Bangau yang bersarang di atap rumah dipercaya sebagai keberuntungan dan pembawa kebahagiaan. Saat ini masih dapat kita temukan rumah-rumah di Belanda yang memasang patung burung Bangau yang di mulutnya terpasang handuk berisi boneka bayi, tanda bahwa Sang Penghuni baru saja melahirkan seorang anak.











 Membaca folklore, adalah salah satu cara paling dekat yang bisa dilakukan untuk mengenal budaya suatu negara, seperti apapun bentuknya. Baik legenda, dongeng ataupun mitos, semuanya tetap menjadi bagian penting peradaban masyarakat. Folklore, bagaimanapun adalah hasil buatan manusia yang mewujud dari kreasi yang dimilikinya. Ini yang kemudian saya rasa pantas disebut sebagai The Power of Imagination, yang dengan nyata diwujudkan dari gagasan (Ideas), yang bertemu dengan tindakan.




 



Referensi : http://www.compassrose.org/folklore/dutch/Why-the-Stork-Loves-Holland.HTML